September 2015

26 September 2015
Islamische Zentrum München-Masjid Freiman, Wallnerstr.
München diserbu ratusan ribu para pengungsi Suriah akibat perang yang tak pernah henti. Hutan, laut, jalan maut mereka hadapi membuat orang tua, anak atau saudara banyak yang harus merenggang nyawa di tengah keputusasaan untuk bisa hidup lebih berarti. Rasa haru melihat kedatangan mereka tiba di stasiun pusat Hopbahnhof, warga Jerman dan pendatang begitu antusias menyambut kedatangan mereka.
Hari ini PM3 mendapat kesempatan untuk menjamu makanan khas Indonesia atas permintaan Imam Suriah. Ada satu yang membekas di benak, ketika anak-anak itu mengerubuti snack di meja..bertanya, “berapa harganya ?” Ini semua GRATIS..mereka semangat mengambil dan terus mengambil. Bahkan ada yang disembunyikan dalam jaketnya ketika aku sibuk mengambil makanan tambahan di kolong meja. Sedih..mereka sangat lapar akan kebahagiaan itu.

image

image

image

Advertisements

Jejak München Juli 2015

18 Juli 2015
Romadhon di negara minoritas dengan rentang waktu 18 jam puasa akhirnya berlalu… Puasa di sini sangat menantang. Menantang, karena bulan Romadhon tahun ini jatuh pada musim panas dengan jumlah waktu paling panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beda dengan tanah air tercinta, sekitar 12 atau 13 jam dengan ritme waktu lebih teratur dan pergeseran menit yang sedikit. Awal dikhawatiri kondisi kesiapan ananda tidak bisa mengikuti babak ini akhirnya lumayanlah buat kategori anak-anak tanggung.
Sensasi berpuasa yang berbeda pula adalah ketika buka bersama di PM3 dengan aneka makanan Indonesia bersama komunitas muslim setanah air pulang hampir tengah malam efek dari jam ifthor sekitar pukul 21.30, wow….!! Belum lagi jam isya yang super wow pukul 24.00 dan lanjut sahur pukul 03.00 CET. Kebayangkan, kan…bagaimana di sini harus bisa manage waktu agar tetap kebagian jatah sahur ? 😉
Kebiasaan di kampung halaman adalah kita merayakan Idul Fitri dan bermaaf-maafan serta berkumpul bersama keluarga besar plus orang tua. Di sini jauh dari handai taulan tercinta membuat budaya sendiri dengan cara menghadiri undangan halal bihalal dari orang yang di-tua-kan juga teman. Pucuk di cinta ulam tiba, keluarga setanah air mendapat undangan halal bihalal spesial ke istana Eyang BJ. Habibie. Hati kami semua serasa bunga bermekaran menyambut mentari. Mantan Presiden Indonesia sang perancang pesawat itu luar biasa ramah menyambut kami semua. Datang ke sana ajudan dan koki-kokinya lumayan sibuk untuk persiapan pesta grillen di halaman belakang yang luas. Kami semua jadi bisa bercengkerama dengan anak, menantu dan cucunya. Katanya.., semua makanan yang disajikan adalah cita rasa Eyang Habibie. So..ternyata selain pintar buat pesawat beliau juga pintar racik makanan. Teman-teman yang pulang kampung hehe……, jadi iri melihat kami berpesta di kesempatan langka ini.
image

26 Juli 2015
Pas di lokasi Museum..

Jejak München Juni 2015

Mentari bersinar, cuaca indah, hati bahagia…
Bahagia…, menikmati matahari bersinar hangat dan aneka bunga dengan variasi warnanya sejak Frühling lalu. Awal Sommer ini kami nikmati jalan bersama keluarga Indo lainnya ke Lerchenauer See, salah satu danau di München. Entah danau buatan atau alami. Jadi ingat kampus  UI, kampus yang berada di tengah hutan dengan danau2 nya. Yang pasti, danau ini indah dan juga berada di tengah hutan dengan pemandangan yang luar biasa hmmm…, banyak orang Jerman berenang sambil memamerkan bikini…gubrak deh ! Kudu vaksin imtaq lebih intensiv buat anak-anak.. Berenang bebas di danau tanpa bayaran tiket masuk, berjemur, grillen serta ada juga yang berkemah.
Bagaimana hati ini juga tidak bahagia.., untuk keduakalinya juga kuterima bunga cantik dari orang yang tidak kukenal. Dari awal sebuah keramahan, tiba2 wanita itu memberiku bunga cantik 😉 luar biasa nikmat ini..
* anak-anak happy banget 😉

image

image

Jejak München Maret 2015

8 Maret 2015
PM3 kedatangan utusan dari Komunitas Muslim Jerman, Herr Marwa blasteran Jerman dan Suriah. Ceramah pake bahasa Jerman, grrr….gak ngerti blasss, hehehe….

image

19 Maret 2015
Willkommen Frühling ! Sudah 2 hari ini depan Wohnung dan sekitar Jerman lumayan ramai disibukkan dengan petugas dan mobil pengeruk sampah salju. Hamparan kerikil yg memenuhi sepanjang jalan bekas salju sbg preventif kecelakaan siap dieksekusi menyambut datangnya Frühling– musim semi yang sangat ditunggu-tunggu. Waw…! Pasti indah ya bunga2 bermekaran dengan aneka warna daun di eropa. Melihat petugas ini bekerja, semangat, cepat dan totalitas tampak dari gaya kerjanya. Salut, kehidupan di sini begitu teratur dan teroganisir. Pagi2 mereka sudah harus cepat menyelesaikan tugasnya dengan harapan semua pejalan kaki juga merasakan kenyamanan berjalan. Dengan profesi seperti mereka, penghasilan juga tinggi berikut tunjangannya.
image

image

20 Maret 2015
Suasana heboh, semua orang berhamburan keluar gedung, rumah, untuk melihat gerhana matahari. Kacamata khusus dan kamera siap di tangan untuk mengabadikan kekuasaan Allah yg langka ini.

* narsis di jalan setelah lihat gerhana matahari, hehe..
image

26 Maret 2015
Melihat pemandangan begitu baaanyak ibu yang membawa balita dengan kereta uniknya, tidak bisa menepis semua memori setahun yang lalu. Manusiawi.., jika diri mengingat ‘seandainya’ wujud itu ada. Semua memori ini menari-nari di kepala, sering tertunduk menahan… Kehamilan dari 0 bulan hingga akhir penuh dengan cobaan. Fitnah hidup sehingga hubungan persaudaraan menjadi tidak manis…berupaya hiburkan diri dengan majelis ayat-ayat Robanni yang bisa mengobati hati. Berpacu semangat mempersiapkan jundi menjadi tumbuh sehat dengan nutrisi terbaik plus impian kelak kubawa jundi ini menikmati indahnya bumi Allah serta menggantung harapan mungkin ini salah satu cahaya yang memberi mahkota indah di syurga.
Kusemat juga dengan nama freundlich sebagai kenangan manis yang membawa suami ke negeri Habibie… sosok Habibie romantika dengan endingnya Ainun sang kekasih Habibie.
Hadapi ngidam tanpa suami. Hmm..ya… Mencari makanan yang pasti bisa masuk mulut, paksa..lawan nafsu manja..pacu kaki dengan menelusuri rumah makan, melihat orang lain makan yang mungkin saja membuat lidah ini tergiur. Lepaskan makanan itu… dirasa tidak cocok dan terus mencari.
Sakit yang sulit dikendali….hilang napas, HB rendah yang akhirnya mengalami ambruk dua kali. Diam tak bergeming…, badan ini tak bisa bangkit di tengah orang-orang asing hanya air mata mengalir mengkhawatiri sosok kecil di badan.
Jelang trisemester akhir, kaki mulai tak sanggup berpijak. Sudah tak kuasa berjalan dan berdiri. 3 minggu jelang kelahiran, pahlawan itu datang sebagai penghibur hati. Dengan penuh sabar merawat, jalan yang selalu dibopong.. dirangkul.. dan demam tinggi sudah tak dirasakan. Kadang terbesit apakah sampai umur ketika tiba waktunya. Tengah malam…., merangkak ke toilet karena tak tega membangunkan nyenyaknya yang penuh kelelahan merawat setiap hari dan sepanjang hari seorang diri.
Tiba bola mata hitam itu…memandang seakan ingin berada dipelukan setelah diambil paksa karena jantungnya yang melemah. Tunggu 10 jam lebih untuk menyambut asa. Akhirnya kusadari bahwa dia sudah mencapai titik klimaks.. Hanya ikhlas kukembalikan pada Rabbani.
Lawan keikhlasan itu teruji kembali ketika tak ada tangis bayi dan sepanjang mata memandang melihat anak balita…’seandainya’ tapi tak bisa berandai sebagai tanda menyesali…
Kusadari.. skenario ini sebagai karunia, bentuk kasih sayang Allah yang yang tak lepas untuk mentarbiyah diri, sabar, syukur, ikhlas. Mungkin inilah, sabar… yang berhadiahkan manisnya perjalanan hidup  ke depan dan pintu syurga yang sudah Allah siapkan lewat seorang Khayla Azzalfa Freundlich…. Alhamdulillah ‘ala kulli haal…, berusaha syukuri segala kondisi. Skenario yang tak cukup disimpan dalam memori hati, mengingatkan diri bahwa hidup ini tak akan pernah sunyi dari senang dan susah… Allah tempat kembali. Setiap kali musibah datang..maka sangat boleh jadi dibelakang sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan..
So…, tetap berusaha happy melihat pemandangan balita lucu & semoga bisa terbagi aura kebahagiaan itu.

31 Maret 2015
Silberhornstr, undangan Mittagessen teman Turki. Style makan sudah seperti Jerman; dari makanan pembuka, utama dan penutup. Tapi yang membedakan dengan budaya Turki adalah seringkali orang Jerman kalau sudah kumpul makan bersama bisa kuat ngobrol sampai tengah malam. Pernah dapat undangan makan dari orang Jerman, jam 7 malam kami sudah tidak betah di sana, tidak tahu mau ngobrol apa lagi tapi bingung mau izin pulang… 😦
Di sini, kami makan sambil ngobrol tentang keluarga dan sedikit budaya makanan negara masing2. Turki, Jepang dan Indonesia walau komunikasi seringkali kedengaran lucu karena terhambat artikulasi bicara mereka.
image

Jejak München – Februari 2015

3 Feb 2015
Evaluasi perkembangan sekolah Khansa. Untuk tahap ini, dari pertama masuk sekolah 10 Nov 2014 hingga kini ternyata Khansa termasuk salah satu siswa terbaik yang bisa mengalahkan siswa2 terlama..waw..!! Benarkah…?? Abi nya ndak percaya. Hanya saja kekuranggannya untuk sprechen masih blum pede, gurunya yakin Khansa bisa karena dalam menulis tergolong lumayan cepat. Ya..ya.., Khansa Indo seorang sementara teman2 nya yg dari berbagai negara punya komunitas tersendiri. Alhamdulillah…, semangat terus ya, Kak..! 🙂
image
* Presentasi lesen Khansa

6 Feb 2015
Jalan2 ke Galeria Mall (Matahari Mall nya di Indo) di Marienplatz.
Hanif lagi penasaran mau main lego. Patung dibawah setelah ditelisik cermat ternyata terbuat dari susunan lego-lego kecil. Jadi mikir, nii…kapan ya karya lego hanif bisa mencapai ukuran segono…?? ;p
image

17 Feb 2015
Fasching , salah satu budaya tradisi masyarakat Jerman yang diadakan pada bulan Februari dengan kegiatan berupa karnaval pesta kostum. Di kota München acara ini di adakan tepat di depan balaikota Rathaus, Marienplatz. Anak2 antusias banget ingin datang ke acara besar ini. Seiring perjalanan menuju ke sana, mulai banyak warga Jerman anak2 & orang tua yang datang dengan kostumnya yang aneh2, lucu, unik dan terkesan nyeleneh, hihi…
Katanya…a…, Karnaval ini selalu diadakan pada musim dingin sebelum Paskah, tepatnya pada hari Senin-Rabu. Karnaval itu artinya tidak makan daging, sebab umat kristiani di Jerman berpuasa dan tidak makan daging. Acara khas ini diselenggarakan dalam masa waktu 1 minggu. Kamis dianggap hari spesial untuk mengawali karnaval, yg disebut Altweiber/Weiberfastnach (Hari Perempuan). Senin disebut Rosemontag. Selasa, Faschingdienstag (karnaval selasa). Tak ada ketentuan kapan waktu karnaval itu diadakan. Yang penting selama musim karnaval harus berakhir pada hari Rabu yg disebut Aschermittwoch, Rabu Abu.
Anak2 sekolah mempunyai liburan 1 minggu, sebagian kantor dan perusahaan bahkan meliburkan karyawannya. Selama kami tinggal disini terhitung sejak jelang akhir Oktober, anak2 sekolah sudah mengalami 3x liburan yg lumayan panjang tiap bulannya. 1 – 2 minggu. Kalo lihat kalender, ternyata anak2 sekolah umumnya kadang hampir 3 minggu tiap bulannya. Dihitung dalam 1 tahun, berarti jadwal aktif anak sekolah Senin-Jumat hanya 6 bulan. Haahh…, benarkah..?!! Kaget dengar cerita teman yg sudah lama tinggal di sini. Bahagianya Khansa & Hanif. “Enak ya, Bun..di sini libur teyuss..”. Lol, “gak dikasih PR lagi selama liburan, yuhuuu….serruuu…!!”

* aktion hanif dgn pemburu binatang Jerman

image

* ho..ho.., ada Star wars anak2 minta berlaga.
Khansa colek-colek: “Entschuldigung…, may I take foto with my brother ? “.
Star wars : “Of course.. ”
Waduuh…., ngomong gado2 ??
image
* mejeng depan patung emas. Gak tahunyaaa…., pas kita taruh koin dikotak depan, tuh patung bergerak. Ternyata hidup, hohoho…

image
* malaikat, semua orang penasaran knapa bisa melayang ? Anak2 taruh koin sambil intip bawah gaunnya, hahaha….
image

19 Feb 2015
Kali ini Khansa & Hanif eksplor ke museum. Deutsche Museum, merupakan museum sains dan teknologi terbesar di Jerman. Obyek yang ditampilkan adalah dari 50 cabang pengetahuan sains & teknologi. Usia museum ini sudah cukup tua, didirikan tanggal 26 Juni 1963 atas niat dari dr. Oskar von Miller pada organisasi Asosiasi Insinyur Jerman (VDI).
Menapak kaki masuk ke gedungnya, sudah disuguhi pintu yang sangaat…besar. Mungkin tinggi sekitar lebih dari 5 meter kali, ya.. Baru klik, ternyata… Haaaahh…. !! Apa gak salah tuh kapal laut baheula yg megah besar tinggi dengan aneka bentuk kapal juga pesawat abad lalu karya penemu pesawat pun ada di langit2 gedung. Luar biasa, duplikat sains & teknologi yg menurutku cukup lengkap seperti pernah baca di ensiklopedi.
image

Waw..! Hanif takjub. Perkembangan pesawat, helikopter, roket, ulang alik, listrik, mesin, baaanyak lagi….!

image

image

* oooohh…., ini yang namanya satelit si pengekor bumi.

image

image

* serius amati pendaratan astronot di bulan.
image

* perkembangan gardu listrik dari abad baheula berupa miniatur gardu listrik asli.

image

image

* observasi plus action dengan mesin irigasi dan bendungan.

image

23 Feb 2015
Willkommen in einem kleinen Gruppe. Kolombia, Turki, Jepang, Spanyol, Korsel, China, Maroko, Italia Mexico… Unik artikulasi bicara mereka. Wie bitte..?? terbengong2 dengar omongannya. Masih mending dengar orang Jerman asli yg bicara tapi bukan berarti ngerti, xixixi…

Jejak München – Januari 2015

3 Jan 2015
Herlich willkommen 2015 !
Wettersteinplatz, masak2 se-genk di rumah teh ina. Menunggu tukang bakso lewat pasti gak akan ada, hehe.. Jadi kita buat bakso n makan bakso.

image

image

Tarraa….

image

6 Jan 2015
Bermain di Spielplatz Müchner Freihat. Senang banget bocah2ku. 🙂

image

image

Jadi ingat di Indo, mainan bagus seperti ini kudu bayar n di sini fasilitas bermain serba gratis disetiap kota ;(
Sorenya mampir ke perpustakaan, kembalikan buku bacan n CD.

image

image
image

Abi sibuk cari CD dan bocah2 tanggung cari buku. Kagum.., fasilitas perpustakaan di sini tersebar merata. Bebas pinjam buku, mainan edukatif dan CD tanpa bayaran….alias gratis. Hanya saja kalau telat mengembalikan kena denda yang dihitung tergantung jumlah hari telatnya. Proses pinjam dan mengembalikan barang yang kita pinjam pun sudah serba otomatis. Barang yang kita pinjam taruh di sebuah mesin dan terdeteksi barcodnya, otomatis terdaftar di mesin dan keluar struk kode barang serta tanggal pengembalian. Enaknya ya.., fasilitas anak2 Jerman terpenuhi di negaranya. Tidak keluar uang banyak untuk membuat mereka pintar dan bahagia. Sekolah, pinjam buku, pinjam CD, arena bermain, melahirkan, tanggungan kursus untuk janda cerai..serba gratis. Bahkan setiap warga yang mempunyai anak ada tunjangan khusus anak yang diberikan setiap bulan.Ternyata berbagai kemudahan ini didapat dari pajak warga negara yang dibayar setiap bulannya. Semakin tinggi penghasilan warga semakin tinggi pula beban pajak yang ditanggung dan ini semua dikelola sebagai upaya untuk menumbuhkan subsidi silang antara yang mampu dengan yang kurang mampu. Semuanya ini pun berimbas bagi warga pendatang. Kalau berfikir kesejahteraan di Jerman.., jadi mau tinggal di sini ajaaaa…a…..!!! huaaa…a…a….:(
* numpang hidup enak ;p
Yang menggelitik pikiranku, jadi mau hamil lagi n menikmati fasilitas lahiran di sini, hehehe…

Jejak München – Desember 2014

12 Des 2014
Weihnachtsbäckerei, menghias kue sambut natal di sekolah hanif (hmm… 😦 ). Orang tua diundang untuk berpartisipasi membantu anak2 kotor-kotoran menghias kue kering. Senang juga sii.., jadi kenal orang tua murid lainnya.
image

26 Des 2014
Sepertiga malam terakhir entah mengapa hati ini tergerak bangun menatap langit tapi mata kupejamkan lagi…, bangun lagi…, kututup mata lagi..dan untuk ke-3 kalinya baru dorongan itu begitu kuat… Seolah-olah bisikan ‘hei.., bangunlah..! Lihat langit itu..!’
Akhirnya kupaksakan badan ini berdiri dan melihat langit yang
begitu syahdu menampilkan warna pink keputihan..lamaaa…kuperhatikan langit itu.. mengapa warna pink ? …ada apa dengan langit itu..? Akhirnya kutelusuri mata memandang atas, kanan, kiri,  bawah…masyaa Allaaah…, so sweett…hujan salju lumayan deras dibalik cahaya lampu-lampu jalan dan perbukitan Olympia pun tertutup bulir salju bak pegunungan Alpen (lebbaayy, hahaha…lihat gunung alpen aja belum). Bahagia banget diriku.., begitu cintanya Allah padaku sehingga ku diberi kesempatan untuk melihat keagungan Allah didetik-detik terakhir penghujung malam. Tersungkur hati ini…, betapa semakin cintaku pada Mu ya Rabbi…
Ba’da subuh anak-anak ribut ingin menikmati salju di bawah. Have fun with snow…akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Jeprat jepret kuabadikan keluguan anak2 (dan tentunya juga diriku, xixixi…). Sebelum salju itu dieksekusi, puas-puasin deh menikmati salju disaat orang Jerman terbuai dalam mimpi.

Des01

image

27 Des 2014
-4° “Müenchner…, kita schlitten di Olympia, yuk..!” Ajakan teman Indo untuk beramai-ramai main seluncuran. Seru…, thanks God for being a part of it.
image

image Pulangnya anak2 happy banget dapat pengalaman pertama main schlitter dan dapat schlitter gratis pula, alhamdulillah….

28 Des 2014
Pasing, bertiga aja jelajah daerah ini. Dipandu teman dari Marienplaz, haha..takut kesasar.
Foto bareng boneka salju made by dina.
image

image